Selasa, 22 Januari 2019

Puisi Galau

Terabaikan Hati

Aku pernah menemani hati yang begitu sepi..
Dia hanya menyeduh ku sekali..
Membiarkan uap ku terus melangit..
Apa panasku tak mampu menghangatkan dinginnya hati?
Alih-alih kurayu dengan manisku..
Aku justru diajak melihat rekam jejaknya yang abu-abu..
Belajar berdamai dengan diri..
Merabah berbenah diri..
Aku dibiarkan tak tersentuh..
Ah sial sore ini aku coklat hangat yang terabaikan.

Catatan N.D
Sidoarjo, 20 Januari 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar